Saya Adalah Anak Adopsi

Saya adalah seorang anak adopsi. Ortu saya mengambil saya mungkin untuk pancingan agar beliau bisa memiliki keturunan sendiri. Saat usia saya 10 tahun, akhirnya datanglah kebahagiaan yg mereka tunggu. Lahirlah adik perempuan saya.
Pada saat itulah, Mama saya benar2 berubah sikap terhadap saya. Banyak saudara yg lebih berumur seperti tante dan om saya yg mengatakan pada saya-itu hanya perasaan kamu saja.Bagaimanapun, adik kecil kamu lebih membutuhkan perhatian.
Pada saat ortu bertengkar, hingga Papa memutuskan untuk berpisah rumah (keluar dari rumah)-Mama seringkali melampiaskan kemarahannya kepada saya.Saya sering dimarahi, apapun yg saya lakukan sepertinya selalu salah.Dikatai anak setan.Sering dipukuli.Disuruh bekerja rumah tangga dan tidak boleh main dengan dan ataupun dekat2 dengan adik saya, walaupun kami saling menyayangi. Hingga usia 19 tahun-saya sudah tidak dibiayai lagi.Sekolah maupun makan, sehingga saya harus mencari uang sendiri untuk bertahan hidup.Jika ada makanan, biasanya disimpan di kamarnya.Adik saya kadang2 mencuri2 memberikan kepada saya.
Kadang, saya secepat2nya memakan sisa bekal sekolah adik saya yg sudah basi sepulang dia sekolah,agar tidak sampai ketahuan Mama saya.
Saya dianggap memberatkan.Usia 20 tahun saya diusir dari rumah.Sering kali Mama mengatakan pada pacar saya saat itu,”sudah, bawa pulang saja”-seolah2 saya ini barang yg sudah tidak lagi beliau perlukan.Sakit sekali mendengar perkataannya.
Usia 23, Mama pacar saya yg mmg sudah lama mengenal keluarga saya mengatakan berita yg sangat membuat saya shock, bahwa saya bukan anak kandung ortu saya. Papa saya membenarkan pernyataan itu saat saya tanyai. Sejak itu, saya baru mengerti mengapa ada perbedaan sikap kasih sayang Mama tersebut sgt mencolok antara saya dan adik saya. Tante saya pun menceritakan dengan nada sesal pada adik saya ttg perlakuan Mama yg berubah sangat drastis kepada saya semenjak kelahiran adik saya.
Saya tidak benci pada adik saya.Saya sayang sekali padanya.Kami hanyalah korban.
Melalui pengalaman saya ini, saya berbagi kepada Anda sekalian yg ingin mengadopsi anak-agar jangan sampai ada lagi korban2 seperti saya.Sayangilah anak adopsi Anda seperti Anda menyayangi buah hati Anda sendiri. Jangan disia2kan.Mereka juga punya hati, mereka juga punya perasaan, mereka juga punya hak untuk dicintai.
Jika Anda tak sanggup untuk berkomitmen dalam seumur hidup Anda akan dapat membagi perhatian dan kasih sayang secara adil antara anak kandung dan adopsi-lebih baik janganlah memutuskan untuk mengadopsi.Pertimbangkan hal tsb matang2 dan bijaksana.
—————————————————————————————————————————
Saya sekarang sudah menikah dan bahagia dengan pacar saya yg semula-saya benar2 mencintai dia, krn dia dapat tetap mencintai saya apa adanya saya tanpa merasa perlu melihat asal usul saya yg tidak jelas, dan status saya sebagai anak adopsi dan tidak dicintai oleh Mama saya.
Kami pacaran 6 tahun.Tunangan dan menikah sudah hampir 2 tahun.
Hubungan saya dan Papa bisa kembali terjalin walaupun sempat alot bbrp tahun krn Papa memiliki WIL dan saya sangat tidak menyetujuinya. Dan saya,terus berusaha mengajak adik saya untuk mengenal Papa,krn sejak dia kecil, Papa sudah bekerja di luar negeri.Saat dia berusia 8 tahunan, Papa sudah keluar dari rumah-adik saya tidak sempat mengenal Papa.Dan sempat MERASA TIDAK BUTUH kehadiran seorang Papa dalam hidupnya.Kini usianya sudah menginjak 17 tahun.Saya terus mendorongnya untuk lebih memiliki rasa sayang kpd Papa kami yg telah semakin tua.
Saya tidak membenci Mama saya, walaupun beliau pernah terasa sangat jahat terhadap saya. Saya berusaha terus menelpon dan sesekali mengunjungi beliau.Hubungan kami sekarang sudah jauh lebih baik.
Saya tidak mengharapkan cinta yg lebih lagi dari mereka,namun saya akan terus menyayangi mereka, dan berusaha menyatukan kembali keluarga saya walaupun dalam konteks yg berbeda.
Seorang anak adopsi, terkadang dapat lebih menyayangi Anda daripada anak kandung Anda sendiri, lebih daripada yg Anda kira.
============================================================
Sep.Terima kasih juga buat forum ini.Miris sekali mengetahui semakin maraknya aborsi dan pembuangan bayi di Indonesia-khususnya Surabaya.
Semoga dengan adanya forum ini, semakin dapat mengurangi niat aborsi dari para ortu(yg sudah nikah ataupun belum)yg kebingungan mencari tempat untuk memberikan bayi mereka(sehingga ada yg tega dibungkus plastik dan dibuang di tempat sampah..ckckckck..)lebih baik jangan diaborsi,apalagi dibunuh.. namun diadopsikan saja.
Saya juga ingin mengadopsi klo ada yang mau mempercayakan kepada saya..
============================================================================
 Ini semua sudah berlalu,koq..semua sudah berakhir dengan baik.Terima kasih atas dukungan dan nasehat2nya.

#Bagi orang tua pengadopsi:SAYANGILAH anak adopsi Anda, seperti Anda menyayangi darah daging Anda sendiri.Jangan dibeda2kan.

#Bagi Anda yg baru saja mengetahui bhw Anda adl anak adopsi:
Sy pernah minder saat mengetahui bhw saya adalah anak adopsi.

Kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak pantas berada di lingkungan pertemanan. Merasa sangat, sangat minder.Tidak tahu siapa orang tua saya, tidak mengenal siapa keluarga saya, seolah2 kehilangan jati diri.Seolah2 saya berada di planet asing.

Org2 yg sejak kecil sudah saya kenal sebagai org tua,dan saudara ternyata bukanlah orang tua dan saudara saya yg sebenarnya.Mereka adalah orang asing yg sama sekali tidak ada pertalian darah dg saya.

Org2 yg sangat dekat hubungannya dg saya-(kecuali adik semata wayang saya dr ortu yg mengadopsi),seluruh keluarga besar, sahabat karib,kawan2 ortu, ortu kekasih saya, dan juga kekasih saya sendiri-Mengetahui SEJAK LAMA bhw sy bknlah anak kandung dr ortu yg skrg.DAN SEMUA ORG ITU BUNGKAM.Sayalah satu2nya org yg berperan serta dalam panggung sandiwara ini seumur hidup saya, DAN SAYA SAMA SEKALI TIDAK TAHU ! Dalam pandangan saya kala itu, mereka semua hanya berpura2 menjadi keluarga saya,menjadi kekasih dan teman saya.Semua hidup dalam kepura2an.Kebohongan massal.Hanya untuk membohongi saya.Sy sedih dan marah.

Untuk beberapa waktu, saya merasa seolah dibohongi seumur hidup oleh seluruh org yg pernah saya kenal.Saya jadi merasa rendah diri, dan merasa seperti tidak lagi mengenal siapakah diri saya ini yg sebenarnya.

Sy berusaha mengasingkan diri dari keluarga, teman2 dan kekasih.Hanya menangisi nasib,dan di dalam hati terus bertanya kepada Tuhan,”Mengapa harus saya? Mengapa harus saya, Tuhan..?”.

Berbagai pertanyaan terus berkecamuk saat itu, “Apakah sy anak hasil hubungan gelap?”, “Apakah sy anak dari kehamilan yg tak diinginkan?”,”Apakah sy anak yatim piatu?”,”Apakah org tua sy tak menginginkan sy? Mengapa?”,”Apakah saya sengaja dibuat, dan dilahirkan untuk dijual demi kebutuhan ekonomi ortu sy?”, “Dimana saya dibuang? Panti asuhan,kah?Di muka pintu rumah,kah? Tempat sampah,kah?”.Hidup saya saat itu seolah kosong, hampa.Hanya bisa terus menangisi nasib.Saya bahkan tidak diinginkan oleh orang tua saya sendiri.Saya ini begitu hina.

Lalu disaat kegalauan itu membelenggu pikiran saya, saya tak sengaja membaca kalimat yg kira2 seperti ini di sebuah buku: “Saat kita merasa susah, jangan lupa bahwa di dunia ini, masih banyak org lain yg nasibnya lebih susah daripada kita-namun mereka TIDAK MENYERAH dan HANYA MENANGISI NASIBNYA.”

Kalimat itu membuat saya belajar untuk perlahan2 menjadi lebih tegar.
Setelah dipikir2, dijalani,dan dipahami, ternyata saya tidak berada di planet asing.Ternyata tak ada seorangpun yg berpura2.Saudara, tetaplah saudara walaupun bukan benar2 ada pertalian darah.Teman tetaplah teman yg baik, mereka tidak pernah berubah walaupun kini sy tahu status adopsi sy.Kekasih, tetaplah seorg yg penuh kasih-tak pernah memikirkan soal asal usul saya. Baginya yg terpenting adl sy yg sekarang, bkn drmn sy berasal/alasan sy diadopsikan.Tak ada yg berubah. Secuilpun tidak ada yg berubah.

Mereka BUKAN MEMBOHONGI saya, namun lebih kepada BERUSAHA MENJAGA PERASAAN sy. Saya adalah saya-terlepas dr siapa ortu sy,mengapa sy smp diadopsi, dimana sy dibuang, dsb.Saya tidak akan kehilangan martabat-hny krn sy diadopsi.Saya bukan manusia hina.Sy tidak peduli lagi alasan2 mengapa sy smp diadopsi.Kenyataannya,sy diterima dan dihargai di lingkungan ini. Semua menyayangi saya apa adanya saya.Saya bahagia disini.

Tetap semangat, teman! Kamu adalah kamu, apa adanya.

Halaman Forum Adopsi Anak https://www.facebook.com/note.php?note_id=172398076212917
Grup Adopsi Anak https://www.facebook.com/groups/333291070034304/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: